Rabu, 28 Desember 2016

Pertimbangan atau Mencari Keberanian

Assalamu'alaikum akhi wa ukhti yang berhasil sampai kehalaman ini, ntah apa yang membuat kisah ini menarik untuk dibaca. Akan tetapi tentu setiap orang punya alasan atas apa yang dikerjakannya. Termasuk yang sedang saya kerjakan, duduk sendirian dimeja nomor 8 disalah satu cafe yang kadang-kadang saya singgahi yaitu sebuah cage bernama "Re Caffe".

Alhamdulillah malam ini sangat teduh, karena tidak terdengar suara musik yang haram untuk didengarkan. Akan tetapi ada sedikit gangguan dari meja depan, mereka bermain batu domino. Ya tapi tidak masalah, semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Tahukah teman apa yang saya pesan malam ini? Secangkir kopi gayo panas dengan cara penyajian manual menggunakan metode v60 drip. Menu ini tidak ada dimenu pesanan, tetapi saya pernah dengar dari manager caffe kalau kopi gayo juga ada.


Ntah kenapa gayo tidak tercatat di menu? Mungkin karena banyak dari masyarakat yang tidak tertarik dengan kopi. Mengkonsumsi kopi tapi tidak mau tahu, mungkin tidak semua yang dimakan harus kita kenali asal usulnya. Atau mungkin memang karakter masyarakat saat ini memang cendrung tidak mau tahu.

Baru beberapa saat merasa tenang, tiba-tiba terdengar lagi suara musik, membuat saya ingin cepat-cepat keluar dari sini. Akhirnya saya putuskan untuk segera menyeruput kopi agar bisa segera pulang kerumah.

0 komentar:

Posting Komentar